Pages

Tampilkan postingan dengan label Definisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Definisi. Tampilkan semua postingan

Kanker Rahim

Kanker leher rahim (cervical cancer) paling sering diakibatkan oleh infeksi virus, khususnya human papillomavirus (HPV). Gejala umumnya dapat berupa rasa sakit di daerah perut bawah, punggung, ataupun kaki. Namun sayangnya, gejala umum ini baru muncul pada tingkat tinggi, dimana pada tingkatan ini kanker tidak selalu memberikan respon terhadap perawatan medis ataupun bedah.

4 langkah untuk menghindari kanker leher rahim:

1. Menunda waktu untuk menjadi seorang wanita yang aktif secara seksual. Semakin muda seorang wanita memulai hubungan seks, semakin besar kemungkinan perkembangan kanker ini di kemudian hari.

Kanker Darah (Leukemia)

Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

Penyakit Leukemia Akut dan Kronis

Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel

Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

Penyebab Penyakit Leukemia

Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia

Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)

Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.

Penanganan dan Pengobatan Leukemia

Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:

1. Chemotherapy/intrathecal medications
2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
5. Transfusi sel darah merah atau platelet.

Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.


Sumber: http://chayow-kanker.blogspot.com/2008/12/kanker-darah.html

Kanker Kulit

adalah penyakit dimana kulit kehilangan kemampuannya untuk regenerasi dan tumbuh secara normal. Sel-sel kulit yang sehat secara normal dapat membelah diri secara teratur untuk menggantikan sel-sel kulit mati dan menumbuhkan kulit baru. Sel-sel abnormal dapat tumbuh di luar kontrol dan membentuk tumor. Tumor dianggap jinak bila terbatas pada beberapa lapisan kulit saja dan tidak menginvasi jaringan atau organ di sekitar. Tetapi bila tumor menyebar atau memiliki kemampuan untuk menyebar ke jaringan atau organ sekitarnya, tumor tersebut disebut ganas atau kanker.

Ada tiga jenis kanker kulit. Yaitu Basal Cell Carcinoma (BCC), Squamous Cell Carcinoma (SCC) dan Cutaneous Malignant Melanoma (CMM). Dari ketiga jenis kanker tersebut, CMM yang berasal dari sel pigmen (melano-cytes) merupakan jenis yang dapat mengancam jiwa karena dapat menyebar dengan cepat ke dalam darah dan organ dalam. Sedangkan BCC dan SCC berasal dari keratinocytes. SCC dapat menyebar ke organ dalam, tetapi prosesnya sangat lambat. BCC adalah jenis kanker yang paling sering ditemukan, namun jarang mengancam jiwa, 98 persen dapat disembuhkan, karena tumbuh perlahan dan jarang sekali menyebar.

Karakteristik penduduk dengan risiko kanker kulit terbesar adalah bila memiliki tahi lalat (moles) banyak, kulit putih dengan bintik-bintik dan mudah terbakar oleh sinar matahari dan albino. Selain itu, penduduk yang tinggal di daerah sekitar ekuator dan yang bekerja di luar gedung juga memiliki resiko tinggi mengidap kanker kulit. Setiap 1 persen penipisan lapisan ozon akibat polusi Clorofluoro Carbon (CFC) dapat menaikkan risiko kanker kulit. BCC 3 persen dan SCC sekitar 1,7 persen.

PENYEBAB KANKER

Radiasi Ultraviolet dari sinar matahari adalah penyebab utama kanker kulit. Sinar UV dapat merusak DNA yang menyusun gen. Bila kerusakan gen cukup parah, sel kulit dapat tumbuh tak terkontrol, dan tak beraturan menjadi kanker kulit. Sinar UV juga dapat menyebabkan kulit terbakar dan kerusakan lain yang menyebabkan kulit tampak tua lebih cepat dan berkerut.

Namun, kanker kulit dapat juga disebabkan karena keturunan. Yaitu karena adanya gen-gen abnormal yang diturunkan orang tua kepada anaknya.

GEJALA-GEJALA

    Gejala kanker kulit adalah adanya pertumbuhan kulit baru atau perubahan pada pertumbuhan kulit dengan ciri-ciri:
    Kelainan pada kulit dengan luka atau perdarahan
    Kelainan pada kulit disertai perubahan ukuran, bentuk atau warna (perubahan kulit)
    Pigmentasi atau warna yang tidak merata pada lesi kulit
    Tepi yang tidak beraturan/tidak rata
    Kelainan tersebut tidak simetris
    Terdapat peninggian kulit yang jelas
    Ukuran yang besar (lebih besar dari penghapus pensil)

    Dimanakah kanker kulit seringkali muncul?
    Basal Cell Carcinoma biasanya muncul pada area tubuh yang seringkali terpapar matahari, yaitu wajah, leher, area-V dada, dan punggung bagian atas.
    Squamous Cell Carcinoma juga seringkali muncul pada wajah, leher, area-V dada dan punggung bagian atas.
    Cutaneus Malignant Melanoma biasanya muncul pada batang tubuh (daerah antara leher hingga pinggul) dan kaki.

TERAPI

    Ada tiga macam terapi kanker kulit, yaitu:
    Operasi: Mengambil atau merusak kanker. Bisa menggunakan pisau, bedah beku, kuret, bedah mikrografik, atau laser.
    Khemoterapi: Memberikan obat untuk membunuh sel-sel kanker. Bisa berupa obat yang dioleskan (lotion atau krim), obat yang diminum atau injeksi.
    Terapi radiasi: menggunakan sinar X untuk merusak sel-sel kanker. Biasanya digunakan pada kanker di daerah yang sulit untuk dilakukan operasi (misalnya telinga, kelopak mata dan ujung hidung) dan pada pasien usia tua.

Terdapat pula terapi tambahan lain, yaitu terapi fotodinamik (menggunakan obat dan penyinaran), terapi biologis (dengan menggunakan system immune tubuh sendiri).
Kesembuhan

Keberhasilan terapi kanker biasanya diukur dengan five-years survival rate. Yaitu prosentase pasien yang berhasil hidup dan tidak mengalami kekambuhan kanker 5 tahun setelah diterapi. Berikut adalah tingkat kesembuhan kanker kulit berdasarkan jenisnya:

    Basal cell carcinoma: lebih dari 99 persen
    Squamous cell carcinoma: lebih dari 95 persen
    Cutaneous Malignant melanoma: kurang lebih 88 persen pada kasus dimana kanker belum menyebar. Pada kasus dengan penyebaran ke kelenjar limfe terdekat keberhasilan turun menjadi 58 persen. Dan menjadi 13 persen pada kasus dengan penyebaran ke organ tubuh lain.

PENCEGAHAN

Pencegahan terpenting adalah menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan. Baik sinar matahari langsung, maupun pantulan dari air, pasir, kaca ataupun obyek lain yag dapat memantulkan sinar. Pencegahan harus dimulai sejak masa kanak-kanak. Untuk melindungi diri dari radiasi UV salah satu cara yang paling mudah dengan memakai topi dan pakaian yang tertutup. Karena pakaian yang terbuat dari katun maupun polyester cukup efektif mengabsorbsi radiasi UV. Atau dengan memakai lotion khusus dengan tabir surya yang dapat dioleskan pada tangan, kaki maupun leher. Sehingga radiasi UV yang mengenai kulit dapat diminimalkan bergantung pada nilai SPF (Sun Protection Factor).

Nilai SPF adalah perbandingan antara dosis radiasi UV yang diterima kulit tanpa pelindung dengan dosis radiasi UV yang diterima kulit dengan pelindung. Contoh untuk lotion dengan nilai SPF 10, maka radiasi UV yang mengenai kulit hanya 1/10 dari radiasi UV yang datang dan yang 9/10 bagian diserap oleh lotion. Makin tinggi nilai SPF untuk kain atau lotion, makin kecil radiasi UV yang mengenai kulit. lni berarti makin aman dari bahaya radiasi UV.

Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan sendiri secara rutin. Pemeriksaan dilakukan pada seluruh bagian kulit dari ujung kaki hingga kepala, termasuk kulit kepala dan daerah lipatan-lipatan. Bila ditemukan ada perubahan baru pada kulit yang tidak lazim, sebaiknya periksakan pada dokter spesialis kulit. Dengan rutin melakukan pemeriksaan, anda akan lebih mudah mengenali kondisi kulit anda yang normal dan mudah mengetahui bila terjadi perubahan yang tidak normal.

Sumber : http://chayow-kanker.blogspot.com/2008/12/kanker-kulit.html

Kanker payudara

Apakah kanker payudara itu ?

Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut dengan kanker. Tumor ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Penyebaran ini disebut metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti kanker payudara.

Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Perkembangan kanker

Stadium I (stadium dini)

Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. Untuk memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di laboratorium.

Stadium II

Tumor sudah lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.

Stadium III

Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembangan sel kanker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin.

sumber : http://chayow-kanker.blogspot.com/2008/12/kanker-payudara.html

Kanker

definisi kanker
Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.

macam-macam kanker:

    kanker payudara
    kanker otak
    kanker rahim
    kanker darah
    kanker kulit
    kanker paru - paru

sumber : http://chayow-kanker.blogspot.com/2008/12/definisi-kanker.html

Wasir atau Hemorhoid

Wasir atau Hemorhoid adalah bantalan vaskuler yang biasanya terdapat dalam anus dan rektum bawah. Bantalan vaskuler ini berfungsi untuk memberi kontrol pada saat buang air besar, yaitu memungkinkan untuk menahan kotoran. Bila bantalan ini membengkak atau berdarah, maka akan timbul masalah. Wasir sering digolongkan sebagai wasir luar atau wasir dalam. Untuk maksud pengobatan, wasir dapat digolongkan menjadi:
Wasir Tingkat 1

Ini adalah wasir dalam yang berdarah tetapi tidak keluar.

Wasir Tingkat 2

Ini adalah wasir yang keluar sewaktu buang air besar tetapi mengecil secara spontan.

Wasir Tingkat 3

Ini adalah wasir yang keluar tetapi harus dimasukkan kembali dengan bantuan tangan.

Wasir Tingkat 4


Ini adalah wasir yang secara tetap berada diluar dan tak bisa diperkecil atau dimasukkan kembali.

Wasir tingkat pertama dan kedua dapat diobati tanpa pembedahan, sedangkan wasir tingkat ketiga dan keempat hampir selalu memerlukan pembedahan jika timbul gejala.


Kelebihan Kulit - Ini dapat disebabkan oleh wasir yang sudah lama, kulit di sekitar bibir anus menjadi kendor dan kemudian membesar.

sumber : http://www.ahliwasir.com/products/15/0/Wasir/

Disfagia (kesulitan menelan) Karena Kelainan Tenggorokan



DEFINISI

Disfagia adalah kesulitan menelan.


Seseorang dapat mengalami kesulitan menggerakan makanan dari bagian atas tenggorokan ke dalam kerongkongan karena adanya kelainan di tenggorokan.

Masalah ini paling sering terjadi pada orang yang memiliki kelainan pada otot volunter (otot kerangka) atau persarafannya, yaitu penderita :

- dermatomiositis
- miastenia gravis
- distrofi otot
- polio
- kelumpuhan pseudobulbar
- kelainan otak dan sumsum tulang belakang seperti penyakit Parkinson dan sklerosis lateral amiotropik (penyakit Lou Gehrig)
- orang yang meminum fenotiazin (obat antipsikosa) juga bisa memiliki kesulitan menelan karena obatnya mempengaruhi otot tenggorokan.

Pengobatan Herbal Medik

herbalismOleh Desy Susilawati

Menurut Data WHO pada 2005,75-80 persen penduduk dunia pernah menggunakan herbal.

Pengobatan dengan menggunakan herbal sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia selama berabad-abad dan diturunkan dari generasi ke generasi. Saat ini, pengobatan dengan memanfaatkan tanaman berkhasiat obat makin banyak dilakukan, juga kalangan medis.

Ketua Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), dr Hardhi Pranata, menjelaskan secara umum pengertian herbal medik adalah cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan herbal klasik, yang telah teruji secara ilmiah, yang digunakan dalam upaya promo-tif-preventif kuratif-rehabilitatif, dengan berpedoman pada bukti klinis (evidence-based medicine).

Terimakasih Telah Berkunjung.

Semoga Bermanfaat, Kirimkan komentar untuk kebaikan blog ini.

Iklan 2